apakah mungkin terjadinya keputihan setelah masa menopause

Pada masa menopause wanita atau tahun-tahun setelahnya siklus yang terjadi adalah turunnya kadar estrogen pada titik terendah sepanjang waktu karena produksi hormon ovarium sudah berakhir. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya elastisitas dan pelumasan, dan mengakibatkan kekeringan pada vagina.

Sama seperti halnya keputihan yang telah menjadi bagian normal dari siklus menstruasi wanita selama masa-masa suburnya, ini akan terus diproduksi meskipun setelah dia melewati masa suburnya. Namun, biasanya jumlah keputihan yang keluar lebih kecil daripada masa sebelum menopause. Pada masa ini selain kurangnya pelumasan vagina, juga mempengaruhi tingkat pH vagina, sehingga lebih rentan terhadap gangguan infeksi bakteri dan jamur.

Infeksi yang sering terjadi pada saat menopouse dikenali dengan keluarnya cairan yang encer, mengiritasi, dan berbau busuk, atau dengan keluarnya cairan berwarna kuning dengan bau “amis”. Kondisi membutuhkan cara mengatasi keputihan dan perawatan yang tepat agar infeksi yang terjadi tidak bertambah parah.

Faktor penyebab lainnya yang dapat juga meningkatkan terjadinya risiko infeksi atau menghasilkan keputihan yang tidak normal setelah masa menopause antara lain adalah:

  • Kurang menjaga kebersihan
  • Sering menggunakan celana dalam sintetis yang tidak sempurna menyerap keringan
  • Efek samping mengkonsimsi Obat-obatan medis
  • Pola makan yang tidak sehat

Keputihan berwarna kuning kecokelatan setelah menopause bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti penyakit menular seksual (PMS), hiperplasia endometrium, atau jenis kanker tertentu. Jika tidak tanda-tanda ini tidak segera hilang atau malah lebih parah karena disertai rasa sakit, maka segera hubungi dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Keputihan setelah menopause sebagian besar kasusnya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen, yang dapat menyebabkan infeksi, Anda dapat meningkatkan kesehatan vagina serta mencegah infeksi vagina dengan mengikuti tips berikut:

  • Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat fitoestrogenik yang antara lain dapat ditemukan pada kedelai, tahu, hummus, beri, apel, wortel, lentil, dan biji rami sebagai pengganti hormon estrogen yang hilang,
  • Gunakan krim berbahan dasar air yang mengandung estrogen. Krim ini sering dipakai untuk membantu menjaga pelumasan yang tepat setelah menopause.
  • Selalu membersihkan badan dengan mandi setelah berolahraga. Setelah berolahraga
  • meningkatkan sirkulasi darah dengan melakukan hubungan seksual atau dengan melakukan latihan senam Kegel
  • Gunakan celana dalam berbahan katun untuk meningkatkan sirkulasi udara di sekitar vagina

Cara mengatsi keputihan yang pertama kali harus dilakukan setelah menopause adalah dengan mengobati kekeringan pada vagina yaitu dengan menjaga keseimbangan hormonal. Bisa dengan berbagai cara seperti yang sudah kami jelaskan diatas, untuk perawatan lebih lanjut agar tidak terjadi iritasi yang semakin parah maka segeralah hubung dokter.

Apakah Mungkin Terjadinya Keputihan Setelah Masa Menopause?